Bisnis Ekspor dan Impor Makanan

Ingin mempunyai jaringan usaha makanan yang luas? Tentunya bisnis ekspor dan impor makanan ini cocok untuk Anda. Karena bisnis ekspor atau impor ini tidak hanya mencakup satu negara raja, tetapi bisa mencakup seluruh dunia dari Benua Eropa, Amerika dan benua-benua lainnya.

Dilansir dari uangteman.com melihat Indonesia yang kini telah menyetujui hubungan sesame anggota ASEAN (Asia Tenggara) pada bidang ekonomi atau bisa disebut dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN atau MEA pada tahun 2016, ini bisa menjadi kesempatan emas untuk Anda karena negara kita sudah mulai masuk persaingan ekonomi antar negara tetangga Asia Tenggara. Maka dari itu, bisnis ekspor dan impor ini seharusnya lebh dimaksimalkan melihat banyaknya produk Indonesia yang masih banyak dibutuhkan oleh negara lain.

Baca Juga: Macam Izin Usaha Makanan dan Minuman yang Perlu Diketahui Pelaku Usaha

Bahkan, pemerintah pun menyarankan agar UMKM bisa melakukan usaha ekspor dan impor bisnis mereka ke luar negeri. Dilansir dari finance.detik.com Kementrian Perdahangan (Kemendag) merilis produk-produk UMKM yang masih dicari seperti Amerika dan Eropa mencari produk kerajinan tangan, dan banyak lagi produk lain seperti aksesoris, obat-obatan, the, produk kulit, dan barang lainnya yang masih dilihat dengan permintaan yang cukup banyak.

Barang-barang yang Biasa di Ekspor dari Indonesia

Barang atau produk apa saja yang biasa diminati oleh negara lain pada Bisnis Ekspor dan Impor ini? Salah satunya adalah barang-barang mentah seperti beras, minyak, karet, dan barang lainnya yang masih belum diolah.

Mengapa barang mentah masih dijadikan produk yang masih sering diminati luar negeri? Contoh seperti minyak. Indonesia masih belum sepenuhnya bisa mengelola minyak karena kurangnya teknologi yang bisa memproses minyak mentah ini. Sayangnya, setelah di ekspor, kita juga mengimpor bensin yang sudah jadi dikarenakan kurangnya teknologi.

Barang-barang yang Biasa di Impor ke Indonesia

Selain mengirim barang keluar negeri, Indonesia juga melakukan pengiriman barang ke dalam negeri sebagai pemenuh kebutuhan masyarakat Indonesia. Kebanyakan Indonesia mengimpor barang-barang yang sudah jadi seperti alat elektronik, transportasi, dan lain sebagainya. Walaupun membawa keuntungan juga terhadap pemerintah, tetapi sampai sekarang masih jarang ada barang yang memiliki nilai jadi yang bisa diekspor ke luar negeri dengan alasan masih belum ada yang bisa membuat atau memprosesnya.

Nah, untuk itu, ini adalah kesempatan emas untuk Anda terutama UMKM untuk mencoba bisnis ekspor dan impor produk Anda ke dalam maupun ke luar negeri. Tetapi, sebelum itu pastikan Anda mengikuti tips berikut ini.

Tips Sebelum Berbisnis Ekspor dan Impor

Anda ingin memulai membuka jaringan ke luar negeri? Pastikan Anda memeperhatikan beberapa hal penting ini.

Mempunyai Persiapan yang Matang

Persiapan yang matang bukan hanya dari segi kualitas barang saja, tetapi juga pabrik produksinya. Mengapa demikian? Karena untuk mengirimkan sebuah barang ke luar negeri membutuhkan modal yang lumayan dan kebanyakan dari mereka yang memesan dari luar negeri memesan pesanan dalam jumlah yang besar.

Baca Juga: Informasi Bisnis Kuliner Franchise Tahun 2018

Legalitas sebagai Eksportir

Dilansir dari bisnis.tempo.co seorang calon eksportir harus mempunyai legalitas yang dibutuhkan untuk mengirim barang produknya ke luar negeri. Beberapa legalitas yang harus dibuat yaitu seperti Faktur Perdagangan, Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), Letter of Credit (L/C), Surat Pernyataan Mutu, Wessel Export, Packing List, Polis Asuransu Produk, serta Surat Keterangan Asal.

Mencari Lembaga Ekspor dan Impor yang Terpercaya

Mengapa harus mencari lembaga yang terpercaya? Tentunya kita tidak ingin adanya kasus penipuan bukan? Salah satu lembaha terpercaya yang disediakan oleh Kementrian Perdagangan adalah Customer Service dan Designer Dispatch Service (DDS) Gunakan lembaga yang menurut Anda aman dan tentunya resmi untuk meminimalisir resiko penipuan.

Sudah siap memperkuat ekonomi negara kita dengan bisnis ekspor dan impor makanan? Jika Anda masih penuh khawatir tidak apa karena semua membutuhkan proses. Tetapi, pikirkan waktu karena waktu tidak pernah berhenti. Jika Anda tidak memulai sekarang, kapan lagi Anda bisa belajar untuk mengetahui jaringan bisnis yang lebih luas lagi?

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here